Launch website tanpa checklist adalah resep bencana. Anda bisa saja go live dan baru sadar seminggu kemudian kalau form kontak error, favicon tidak muncul, atau Google tidak bisa index website Anda. Checklist ini berisi 30 item kritis yang harus di-verify sebelum menekan tombol publish — dipecah jadi 6 kategori untuk kemudahan.
Kategori 1: SEO Dasar (6 item)
SEO dari hari pertama sangat kritis. Memperbaiki SEO setelah launch jauh lebih susah daripada setup dari awal. Cek keenam item ini sebelum go-live.
- Setiap halaman punya <title> unik 50-60 karakter dengan keyword utama
- Setiap halaman punya meta description 150-160 karakter yang menarik di-klik
- Setiap halaman punya canonical URL yang benar (tag <link rel="canonical">)
- Open Graph tags (og:title, og:description, og:image) lengkap untuk preview di social media
- Sitemap.xml di-generate dan accessible di /sitemap.xml
- Robots.txt benar — tidak accidentally block pages penting, tapi block /admin, /api, dll
Kategori 2: Performa & Core Web Vitals (5 item)
Website lambat akan kehilangan pengunjung dalam 3 detik. Pastikan performa baik sebelum launch.
- LCP (Largest Contentful Paint) <2.5 detik di mobile (test di pagespeed.web.dev)
- CLS (Cumulative Layout Shift) <0.1 (tidak ada layout shift mengganggu)
- Images semua dikompres ke WebP atau AVIF, dengan width/height explicit
- JavaScript critical <200KB gzipped, lazy-load semua below-the-fold
- PageSpeed Insights score mobile ≥80 (ideal 90+)
Kategori 3: Keamanan & SSL (4 item)
Website tanpa SSL langsung di-flag 'Not Secure' di Chrome. Selain SSL, ada security essentials lain yang wajib.
- SSL certificate aktif — HTTPS tanpa warning di browser (cek di SSL Labs untuk score A+)
- HTTP ke HTTPS redirect (301 permanent) — semua traffic otomatis ke HTTPS
- Security headers lengkap: HSTS, X-Frame-Options, X-Content-Type-Options, Referrer-Policy
- Password admin minimal 12 karakter dengan 2FA (kalau ada fitur admin panel)
Kategori 4: Legal & Compliance (5 item)
Di Indonesia 2026, UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) sudah efektif. Website bisnis wajib comply.
- Halaman Privacy Policy — jelaskan data apa yang dikumpulkan dan bagaimana digunakan
- Halaman Terms of Service — syarat penggunaan website dan produk/jasa
- Cookie consent banner (kalau pakai analytics atau ads) — user harus bisa opt-in
- Informasi badan usaha (NIB, NPWP kalau ada) di footer atau halaman About
- Kontak legit (alamat fisik, nomor WA resmi, email) — bukan hanya form anonim
Kategori 5: Content & UX (5 item)
Content adalah raja. Sebelum launch, setiap halaman harus lengkap dan professional.
- Semua halaman (Home, About, Services, Contact) terisi content lengkap — tidak ada lorem ipsum tersisa
- Gambar semua punya alt text deskriptif (accessibility + SEO)
- Tidak ada broken link — cek semua link internal dan eksternal di-crawl tanpa 404
- Form contact atau WhatsApp berfungsi end-to-end — test kirim message sampai diterima
- Mobile responsive — test di iPhone SE (375px), iPad (768px), dan desktop (1920px)
Kategori 6: Analytics & Monitoring (5 item)
Launch tanpa monitoring = kerja buta. Setup tracking sebelum launch supaya data Anda mulai accumulate dari hari pertama.
- Google Analytics 4 ter-install di semua halaman
- Google Tag Manager ter-setup (recommended untuk flexibility)
- Google Search Console sudah verify ownership + submit sitemap
- Error monitoring (Sentry atau sejenis) untuk catch bug production
- Uptime monitoring (UptimeRobot gratis) — alert ke WhatsApp kalau website down
Bonus: 5 Item Final Sanity Check
Tepat sebelum menekan tombol publish, verify 5 hal ini sebagai final sanity check.
- Test booking/purchase flow sebagai user biasa dari iPhone dan desktop
- Email notifications bekerja (order confirmation, contact form submission)
- Backup database + file website sudah disimpan aman (off-site)
- Domain DNS TTL dikecilkan ke 300 detik 24 jam sebelum switching (supaya propagasi cepat)
- Tim internal sudah briefing — siapa yang handle customer ketika website live
Website yang launch tanpa checklist ibarat naik pesawat tanpa pre-flight inspection. Mungkin tidak jatuh, tapi Anda mempertaruhkan brand dan kepercayaan customer untuk save waktu 1-2 jam.
Post-Launch: 48 Jam Pertama
Launch bukan akhir — itu awal. Dalam 48 jam pertama setelah go-live, monitor intensif hal-hal berikut.
- Cek Google Search Console: apakah crawler sudah visit dan index halaman-halaman utama
- Monitor uptime monitoring tool — apakah ada downtime unexpected
- Check error logs (Sentry/server logs) — tangkap bug production sedini mungkin
- Review Google Analytics: apakah traffic masuk, darimana, dan ada anomali
- Ask feedback dari 5-10 orang (teman, keluarga, klien early) — apakah ada yang confusing atau broken
- Respond setiap message/inquiry dengan cepat — first impression critical
Kesimpulan
30+ checklist ini terlihat banyak, tapi 80% bisa dicek dalam 2-3 jam. Investment waktu yang sangat worth it mengingat consequences kalau launch dengan issue fundamental. Print checklist ini, coret satu per satu, dan baru tekan publish.
BeresinAja menyediakan pre-launch audit gratis untuk klien — kami crawl website Anda dan report semua item yang masih perlu diperbaiki sebelum go-live. Plus, setelah launch kami monitor uptime dan Core Web Vitals selama 30 hari sebagai bagian garansi standard.
Butuh Website untuk Bisnis Anda?
BeresinAja siap bantu — konsultasi gratis, jadi dalam 7 hari, garansi 30 hari.
Bagikan artikel ini
Ditulis oleh
Tim BeresinAja
Spesialis website UMKM Indonesia — terjangkau, cepat, profesional.