Membuat website pertama untuk bisnis adalah momen yang menggembirakan — sekaligus rawan kesalahan. Banyak pemilik UMKM yang akhirnya kecewa karena website yang sudah dibayar mahal ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Setelah membantu ratusan klien, kami merangkum 5 kesalahan paling sering terjadi, supaya Anda tidak mengulanginya.
1. Hanya Fokus pada Tampilan, Lupa Strategi
Banyak UMKM tergoda dengan desain yang "keren" dan "modern", tapi lupa bahwa website itu alat untuk menghasilkan pelanggan. Tampilan cantik tanpa strategi konversi sama saja dengan toko mewah tanpa kasir — pelanggan datang, lihat-lihat, lalu pergi.
2. Memilih Jasa Berdasarkan Harga Termurah
"Yang penting punya website dulu" — kalimat ini sering jadi awal masalah. Jasa termurah biasanya menggunakan template generik, tidak ada SEO, dan setelah selesai langsung hilang. Akhirnya Anda harus bayar lagi untuk perbaikan.
- Cek portfolio jasa sebelum memutuskan.
- Tanyakan apakah ada garansi revisi dan support pasca-launch.
- Pastikan ada kontrak yang jelas, bukan hanya chat WhatsApp.
- Hindari yang menawarkan "website jadi 1 hari" tanpa proses diskusi kebutuhan.
3. Mengabaikan Mobile-First Design
Lebih dari 85% trafik website di Indonesia berasal dari smartphone. Tapi masih banyak website UMKM yang tampak berantakan saat dibuka di HP — tombol kekecilan, teks terpotong, gambar pecah. Ini langsung menurunkan kepercayaan calon pelanggan.
4. Tidak Ada Call-to-Action yang Jelas
Pengunjung datang ke website Anda — lalu apa? Kalau tidak ada tombol "Hubungi Sekarang", "Pesan via WhatsApp", atau "Lihat Menu", mereka akan bingung dan keluar. Setiap halaman harus punya minimal 1 CTA yang jelas.
5. Lupa SEO dan Konten Berkualitas
Website tanpa SEO ibarat toko di gang buntu — tidak ada yang menemukan. Banyak UMKM bikin website lalu menunggu pelanggan datang dengan sendirinya. Padahal tanpa optimasi mesin pencari dan konten yang relevan, website Anda akan tenggelam di halaman 10 Google.
- Pastikan setiap halaman punya title dan meta description yang relevan.
- Tambahkan blog dengan artikel yang menjawab pertanyaan calon pelanggan.
- Optimalkan kecepatan loading di bawah 3 detik.
- Daftarkan website ke Google Search Console.
Website yang baik bukan yang paling cantik, tapi yang paling mengerti pelanggan Anda. Pilih jasa yang mau mendengarkan, bukan hanya menjual template.
Di BeresinAja, setiap project dimulai dengan sesi diskusi mendalam soal target audiens, tujuan bisnis, dan strategi konversi. Kami percaya website hanyalah alat — yang penting adalah hasilnya untuk bisnis Anda.
Bagikan artikel ini
Ditulis oleh
Tim BeresinAja
Spesialis website UMKM Indonesia — terjangkau, cepat, profesional.